« wanita yang mencintai masa lalu | Main | menjadi seorang "mehe" »

Menikmati hujan... ternyata cukup menyenangkan. Tidak perduli dengan basah dan sakit yang belum tentu menyerang. Hei... bau tanahnya cukup enak, becek2 kan tidak terlalu menyebalkan. Dingin..?? kata siapa aku tidak cukup kuat menahannya? bukankah aku cukup kuat mengangkat situasi yang belum pernah terangkat?
Aku cukup kuat untuk menikmati hujan. Tidak perlu cemas kawan, walaupun sudah beberapa kali aku pingsan. Tubuh ini tubuhku, aku yang paling tau itu. Tidak hanya tubuhku. terkadang jalan pikiranmu pun aku lebih tau..
tidak anya hujan yang ingin aku nikmati. Gunungpun juga.
Aku tidak bermaksud menaklukannya, hanya ingin menikmati gunung yang
hanya kucintai dari gambar saja. bisakah aku..?
Bisa... aku bisa. beribu orang yang tidak percaya, aku tidak perduli.aku yang paling tahu tentang tubuhku. Aku ingin menikmati hujan di gunung.. menikmati matahari, bau tanahnya... Karena aku mencintainya walaupun belum pernah kurasa.

Aku bisa... bukankah nanti aku akan mendaki puncak tertinggi dunia yang sulit didaki seorang wanita....?

                            

Comments

hehe...
gw ngerti...
ternyata loe dan gw punya pikiran yg serupa soal 'nikmatin ujan'
nikmatin 'cerah'nya... nikmatin juga 'hujan'nya...
hehehe...

Hahahak .. latihan pertama mendaki gunung takuban perahu, latihan kedua menyusuri situ lembang, latihan ke tiga mendaki burangrang, habis itu baru gede, lalu salak, lalu semeru, lalu .. lalu lintas :P .. hujan2 di gunung? kalo gw sih ogah, dah pernah dan ga mau lagi tidur dalam keadaan hipotermia

you go girl..
:)

kita bikin klub cewek2 yang suka pingsan bukan karena kemauannya tapi karena tkdir dari pencipta..

hohoho

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs